Investasi Properti Modal Kecil untuk Bekal di Masa Tua

Investasi Properti Modal Kecil

Seiring berjalannya usia, produktifitas diri juga ikut menurun. Untuk itu, diperlukan hal lain agar ekonomi tetap stabil. Contohnya seperti, investasi properti modal kecil yang banyak dirintis masyarakat berbagai kalangan. Bisnis ini sangat cocok untuk karyawan maupun pengusaha, mengingat masa berhenti berkarya bisa terjadi sewaktu-waktu.

Pengertian Investasi Properti

Masih banyak kalangan yang beranggapan bahwa berbisnis di dunia properti pasti  mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah. Sehingga, membuat mereka malas ingin melakukannya. Namun, semua pernyataan tersebut nyatanya dapat ditepis dengan modal kecil.

Masyarakat luas sudah begitu mengenal kata investasi dengan sesuatu yang berkaitan dengan uang, penyetoran dana serta bisnis. Namun, investasi properti lebih diartikan sebagai sebuah kegiatan dalam hal apapun dengan harapan bisa mendapatakan keuntungan di masa mendatang dalam bidang properti.

Salah satu contohnya yaitu, membeli sebuah pertokoan, ruko, kost-kostan, kontrakan, apartmen hingga tanah dengan harapan di masa depan bisa membawa keuntungan. Lain halnya dengan investasi properti modal kecil, dalam menanam aset tidak memerlukan modal yang banyak.

Investasi kecil semacam ini kebanyakan dilakukan dengan cara kredit ataupun mengangsur. Misalnya saja, rumah atau bangunan dengan harga ratusan juga rupiah bisa dilunasi dalam waktu 20 tahun. Dengan kata lain, setiap bulannya Anda hanya dikenakan uang tidak sampai 5 juta rupiah.

Cara Melakukan Investasi Properti

Cara Melakukan Investasi Properti

Dewasa ini, memiliki tempat tinggal pribadi menjadi sebuah kebutuhan tersendiri bagi sebagian orang, terutama bagi mereka keluarga baru. Oleh karena itu, pergerakan bisnis dalam bidang properti menjadi sesuatu yang menjanjikan untuk semua kalangan.

Namun, jika mereka yang bergerak pada bidang ini memiliki modal besar, tentu tidak akan kesulitan dalam melakukannya. Tinggal membeli sebidang tanah dengan lokasi strategis, membangunnya, mengurus izin mendirikan bangunan, kemudian tinggal memanfaatkannya saja.

Lantas, bagaimana dengan pemilik modal kecil atau ingin memulai bisnis menjanjikan ini dari nol sehingga bisa didapat keuntungan besar? Pastinya, segala hal semacam itu tidak ada yang tiba-tiba langsung mudah. Walaupun begitu, Anda tetap bisa menjalankannya dengan melakukan hal berikut:

1. Mulai dengan Modal Kecil

Saat Anda ingin mengembangkan sebuah bisnis properti namun hanya memiliki modal terbatas, tidak masalah dan semua tetap bisa dilakukan. Hal yang harus dilakukan terlebih dulu yaitu menjadi agen perantara bagi pemiliki bangunan sebenarnya.

Perlu diingat, dalam menjalaninya juga diperlukan pengalaman terlebih dulu untuk bisa terjun ke dunia bisnis properti tersebut. Jika Anda bekerja sebagai agen, bisa dikatakan modal yang dibutuhkan nol rupiah. Dengan prospek keuntungan puluhan juta setiap unit.

Dengan kata lain, tidak perlu sibuk memikirkan berapa banyak biaya untuk membangun sebuah ruko, pertokoan, maupun kost-kostan, tetapi coba cari dulu bangunan dengan harga murah. Keuntungan yang didapat bisa digunakan untuk membeli unit bangunan dan Anda pun bisa berinvestasi.

2. Manfaatkan Platform Jual Beli Properti

Internet sudah menjadi wadah tersendiri bagi berbagai orang dengan beragam latar belakang di dalamnya. Anda wajib memanfaatkan dunia digital ini untuk berbisnis dan langkah terbaiknya yaitu menggunakan teknologi tersebut sebaik mungkin.

Carilah beberapa informasi dari berbagai macam platform, setidaknya menjangkau bisnis bidang properti seperti ini. Misalnya saja Marketplace milik Facebook, Instagram serta beragam forum maupun blog jual-beli tanah dan bangunan lainnya.

Dari sana, Anda bisa melihat-lihat dulu sekiranya bangunan apa yang cocok untuk investasi di dunia properti. Apakah apartmen, rumah, kost-kostan atau pertokoan. Lihat juga kisaran harganya agar tidak melebihi budget awal dan pilih dengan tawaran harga terendah.

3. Lihatlah Sekitar

Hal yang dimaksud di sini bukanlah melihat pemandangan sekitar, melainkan mencari tahu apakah mungkin saudara maupun tetangga menjual sebuah tempat tinggal toko, maupun tanah atau properti lainnya untuk dibeli. Bisa jadi Anda mendapatkan harga tebaik di kelasnya (seminimal mungkin).

Cobalah untuk bergabung dalam pembicaraan mereka sembari belajar tentang seluk beluk bisnis properti. Memang, dalam mencari bangunan atau tanah Anda tidak terikat janji dengan calon penjual. Namun bukan berarti bisa malas-malasan kalau ingin memanen hasilnya nanti.

Carilah properti yang sesuai dengan minat awal Anda dan tanyakan dulu bagaimana kriteria tepatnya, sehingga bisa mudah di upgrade jika butuh perbaikan. Di samping itu, selalu lihat iklan-iklan dalam koran maupun internet lebih dulu sebelum meninjau lokasinya.

4. Datangi Expo Bisnis Properti

Sekarang, banyak jenis expo atau pameran tentang bisnis properti diadakan. Tidak hanya di kota-kota besar saja, tetapi sudah merambah ke wilayah setingkat kabupaten serta kecamatan. Tingkatkan intensitas Anda bermain ke acara-acara tersebut dan temukan harga di bawah rata-rata.

Dengan melakukannya, akan memudahkan Anda dalam memperoleh informasi tambahan lainnya. Selain itu, ketika masih kebingungan bisa langsung ditanyakan kepada pemilik maupun pengembang di sana. Bahkan, mereka akan menjelaskan perihal tersebut secara suka rela dan detail.

Namun, jangan lupa untuk selalu memeriksa harga terkini dari suatu bangunan. Bandingkan antara produk pengembang satu dengan lainnya. Perkirakan juga, fasilitas serta kemudahan lain yang bisa didapat ketika menginvestasikan uang Anda pada properti tersebut.

5. Temukan Agen Properti

Mencari agen properti dalam bisnis ini juga bisa dibilang tidak semudah perkiraan. Anda bisa menemukan mereka melalui website di internet, iklan koran, maupun dengan mendatangi expo bisnis seperti di atas. Namun, selalu perhatikan info terkini di dalamnya dan bandingkan dengan kompetitor lain.

Selalu perhatikan juga data perusahaan dan agen penjualan properti tersebut, bagaimana kiprah mereka dalam dunia bisnis ini, bagaimana karyawan di sana serta proyek kerja apa yang telah ditangani. Apabila bagus maka bisa dijadikan referensi.

Jangan terpaku pada satu agen properti saja. Namun, cari juga lainnya dan bandingkan track record mereka dalam bisnis ini serta margin error di perusahaan terkait. Di sisi lain, jangan lupa untuk selalu lakukan riset kecil sebelum menentukannya.

6. Jalin Kerjasama dengan Penjual Properti

Setelah berhasil menemukan jenis properti yang tepat, selanjutnya jalin kerjasama dengan penjualnya. Jika beruntung, Anda bisa mendapatkan sebuah unit dengan pilihan harga terendah di pasaran. Namun, pastikan juga legalitas dari tawaran tersebut.

Hal di atas bisa menjadi awal pengembangan bisnis di dunia properti. Kemudian, segera buat kontrak dengan pemilik usaha. Perlu digaris bawahi, buatlah perjanjian dengan kertas bermaterai agar lebih mudah serta jelas kedepannya. Ini untuk menghindari segala kerugian bagi penjual maupun Anda sendiri.

Setelahnya, tanyakan juga terkait fasilitas serta kelengkapan data bangunan. Pastikan sekalian untuk meninjaunya langsung ke lokasi sebelum melakukan kesepakatan dengan penjual maupun agen properti. Setelah semua jelas, Anda dapat memastikan bahwa investasi ini bisa dimulai.

7. Ketahui Tujuan Berinvestasi

Hal ini cukup penting untuk diketahui sedari awal tentang apa tujuan Anda menginvestasikan sejumlah uang dalam dunia properti. Apakah akan dijual kembali?, hanya disewakan sehingga menghasilkan pundi-pundi rupiah dikemudian hari? Atau mungkin juga untuk ditinggali sendiri?

Apabila ingin dijual kembali, usahakan untuk membeli yang sudah jadi dan juga selalu mendapatkan perbaikan dan perawatan sebelumnya. Dengan begitu Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk beban-beban tersebut.

Apabila ingin disewakan, alangkah baiknya untuk membeli yang biasa terlebih dahulu. Bila ada tiga perempat harga dari budget, tidak masalah untuk membelinya. Lakukan perbaikan serta penambahan fasilitas di dalamnya agar nilai jual lebih meningkat.

8. Selalu Sesuaikan dengan Budget

Ketika Anda sudah mengetahui bahwa hanya memiliki budget kecil, maka jangan memaksakan diri untuk menginvestasikannya ke hal besar. Bukannya keuntungan yang akan didapat kemudian hari, tetapi justru kerugian akan dirasakan.

Perlu diperhatikan juga, jangan memaksakan diri untuk meminjam uang di bank dengan jumlah besar saat memulai bisnis ini. Namun jika terpaksa, sesuaikan dengan keuangan dan prospek bisnis properti Anda di masa depan dan pastikan juga tidak ada kerugian yang akan dialami.

Satu hal lagi, tanyakan selalu kepada pengembang maupun agen properti perihal bangunan atau tanah dengan budget yang Anda miliki. Apabila didapatkan ukuran tertentu, jangan lupa untuk meminta informasi perihal fasilitasnya juga.

9. Tentukan Jenis Properti

Ada begitu banyak properti yang bisa Anda pilih untuk di kembangkan berdasarkan daerah pembangunannya. Seperti perkotaan, akan cenderung dengan ruko, perkantoran serta apartment. Lain halnya dengan pedesaan, cenderung memiliki pertokoan kecil maupun kontrakan.

Adapun di pegunungan dengan beragam vila serta penginapan. Jelasnnya, butuh dana besar kalau ingin menginvestasikannya pada bangunan seperti ini. Jadi, tentukan juga sedari awal jenis properti apa yang akan Anda pilih sesuai budget.

10. Lihat Lokasi Properti

Lokasi merupakan faktor terpenting selain mengetahui bentuk bangunan tersebut. Jangan hanya tergiur dengan harga murah untuk investasi dengan budget minim. Namun, juga lihatlah beberapa kemungkinan lain dari tempat bangunan tersebut berada.

Apabila di daerah perkotaan, pastikan apakah dekat dengan fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, universitas, pasar, mall, perkantoran atau lainnya. Serta, cek juga transportasi umum apa saja yang bisa dijangkau. Seperti, terminal, halte, stasiun atau bahkan bandara.

Ketika memilih lokasi di pedesaan, cek juga tentang fasilitas publik dan transportasi umum apa yang dekat. Selain itu, pastikan juga kalau daerah tersebut tidak rawan bencana. Seperti banjir, longsor, gempa bumi atau masalah apapun yang sering terjadi di sana.

11. Selalu Update Harga Properti

Sama saja seperti emas dan mobil, harga properti juga ikut naik turun berdasarkan pasar hari itu, walaupun dibangun pada tanah yang sama sekalipun. Sebagai seorang investor, Anda akan terus dituntut update perihal ini agar tidak menelan kerugian di kemudian hari.

Harga naik turun tersebut merupakan salah satu pengaruh dari luas tanahnya sendiri, kemudahan akses akan sekolah, rumah sakit, pasar, maupun bangunan penting lainnya serta fasilitas-fasilitas pendukung. Misalnya stadion, pom bensin, halte bahkan stasiun.

Selalu perhatikan juga kemungkinan lain yang bisa membuat harga tanah maupun properti naik. Kalkulasikan juga semuanya ketika ada biaya perawatan dan sebagainya. Sehingga pembeli maupun penyewa bisa mempercayakan Anda dalam proses investasi ini.

12. Selalu Hitung Pendapatan yang Didapat

Karena Anda tidak bergerak sendiri dalam bidang ini, maka dibutuhkan ketelitian dalam menghitung pendapatan. Bagaimana keuntungan perbulan yang didapat serta harus memperhitungkan beban apa saja selama satu bulan tersebut.

Hal ini karena, Anda tidak hanya memikirkan soal pendapatan dari sewa saja. Namun, lama kelamaan pasti termakan kerusakan walaupun kecil. Sehingga, memerlukan perbaikan atau renovasi belum lagi dengan biaya lain seperti membayar pajak pertanahan, bumi-bangunan ataupun asuransi. Walaupun kita melakukan investasi properti modal kecil, perlu diperhatikan juga hasil yang didapat.

Selain itu, lakukan riset setidaknya selama satu tahun. Jika tidak ada kemajuan berarti dari bangunan tersebut, maka menandakan sudah saatnya Anda harus membeli properti jenis baru yang lebih menghasilkan benefit di masa depan.

Tips dalam Berinvestasi Properti

Tips dalam Berinvestasi Properti

Dalam menjalankan investasi properti modal kecil, tentu dibutuhkan keahlian agar tidak mudah ditipu saat menanam saham Anda pada properti tersebut. Tidak perlu sekolah tinggi-tinggi supaya bisa menghasilkan keuntungan, namun selalu perhatikan beberapa faktor di sekitar.

Bahkan, terkadang terdapat beberapa hal yang bisa diperhatikan saat akan menginvestasikan uang dalam bisnis ini. Setidaknya, dapat dijadikan acuan ataupun arahan agar tidak terkena jebakan penipuan. Berikut tips-tipsnya:

1. Ketahui Kondisi Bangunan Sebenarnya

Ketika mengunjungi sebuah expo properti, biasanya bangunan yang dilihat di sana masih berupa gambaran saja. Inilah mengapa, mengecek di lokasi itu benar-benar penting, apalagi bagi seorang investor seperti Anda.

Bisa disimpulkan, semuanya masih berupa rencana dan bangunan yang ada di gambar tersebut masih belum dibangun. Oleh karena itu, tanyakan selalu kepada pihak developer mengenai properti tersebut. Buatlah janji untuk melihatnya secara langsung ke lokasi dan pastikan prospek kedepannya.

Kalau ternyata mereka mengatakan bahwa properti itu masih berupa rencana dan belum dibangun, usahakan tidak menanamkan modal di sana. Apalagi ketika hanya memiliki budget kecil dan biasanya, apa yang ada di gambar dengan kenyataannya belum sepadan.

2. Cek Kelengkapan Dokumen

Jangan pernah meremehkan kelengkapan dokumen sebuah bangunan, walau sesederhana apapun itu. Karena pada akhirnya, properti tersebut tidak akan berarti apa-apa jika surat-surat pentingnya masih kurang lengkap. Apabila dibiarkan, sebagai investor Anda bisa saja rugi besar.

Walaupun harga murah, namun pastikan juga pajak-pajaknya selalu diurus dan dibayarkan tepat waktu, baik itu soal tanah maupun sudah jadi bumi-bangunan. Jika hal semacam itu tidak diurus dengan benar, akan terjadi beberapa permasalahan di kemudian hari.

Perhatikan juga dokumen-dokumen lainnya. Apabila masih tertera kepemilikan berupa girik, SK, surat Camat ataupun AJB, maka jangan menginvestasikan uang pada properti tersebut, karena akan kesulitan sendiri saat mengurusnya ketika legalisasi dan pastikan dulu semuanya legal.

3. Cek Keadaan Tetangga Sekitar

Mungkin hal ini terbilang sepele, karena pada akhirnya para pembeli juga membutuhkan keberadaan tetangga dalam kehidupan sehari-harinya. Namun, tidak semuanya baik dan membawa benefit pada calon penghuni bangunan yang Anda berikan investasi.

Selalu perhatikan lingkungan sekitar bangunan ketika Anda meninjau kesana. Bagaimana kesan para warganya ketika datang, apakah tingkat kriminalitasnya tinggi atau terlalu riuh dan padat. Dengan begitu, tidak memerlukan biaya tambahan untuk menyewa keamanan. Hal ini juga perlu diperhattikan ketika kita memulai investasi properti modal kecil.

4. Perhatikan Posisi Properti

Usahakan sebisa mungkin untuk tidak berinvestasi pada properti yang memiliki letak kurang strategis. Contohnya saja dibangun dekat pekuburan, karena di Indonesia masih kental akan budaya mistisnya. Walaupun murah, tempat semacam ini cenderung kurang laku.

Pilihlah juga investasi properti yang dibangun dengan jarak minimal satu kilometer dari tempat pembuangan sampah. Ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan daerah sekitarnya, jika terlalu dekat akan dipermasalahkan dengan kotoran, bau menyengat, bahkan banyaknya lalat.

Investasi properti modal kecil akhir-akhir ini menjadi primadona banyak orang, baik itu anak muda yang baru merintis karir maupun mereka pekerja kantoran serta para orang tua. Adanya pasive income lumayan besar selalu membuat siapapun tertarik.

Galeri untuk Investasi Properti Modal Kecil untuk Bekal di Masa Tua

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *