Investasi Properti Patungan; Apa dan Bagaimana?

Investasi Properti Patungan

Bingung memilih bisnis yang menguntungkan karena modal terbatas? Kini tidak perlu khawatir, karena investasi properti patungan bisa menjadi salah satu solusi bagi Anda. Dengan memanfaatkan financial technology, akan mempermudah siapapun dengan dana kecil bisa meraup laba besar.

Apa Itu Investasi Properti Patungan ?

Sebelum membahas lebih mendalam mengenai investasi properti patungan ada baiknya jika Anda memahami pengertiannya. Secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya tanam modal dengan membeliĀ  barang, baik berupa lahan tanah maupun bangunan melalui sistem kerja sama antar investor.

Model tanam modal dalam bentuk membeli aset fisik baik secara patungan seperti ini, biasa dikenal dengan istilah investasi crowdfunding. Sistem tersebut sebenarnya bukan hal baru, karena telah banyak dilakukan dalam dunia bisnis properti terutama di luar negeri.

Melalui sistem investasi secara patungan ini, Anda tidak perlu membeli sebuah properti dengan harga penuh. Melainkan hanya menyuntikkan dana berapa persennya saja, besarnya nominal tersebut tergantung dengan kesepakatan yang telah ditentukan.

Hak Kepemilikan Properti Patungan

Perlu diketahui bahwa properti tersebut sifatnya bukan menjadi hak milik Anda sepenuhnya, melainkan kepemilikan bersama yang terbagi menjadi presentase dan di sesuaikan berdasarkan besarnya jumlah modal awal.

Berbicara mengenai hak kepemilikan, menurut Philip Kotler yang dikenal sebagai bapak pemasaran menjelaskan bahwa dalam bisnis properti ini terdapat dua macam. Yaitu real estate (benda nyata) atau berupa finansial seperti saham dan obligasi.

Pada umumnya, properti yang dibeli melalui sistem investasi secara patungan ini akan disewakan, dimana dari situlah sumber keuntungan akan diperoleh. Laba tersebut nantinya akan diberikan dengan mengadopsi sistem bagi hasil sesuai kesepakatan di awal.

Properti Patungan di Indonesia

Properti Patungan di Indonesia

Kemunculan sistem investasi dengan mengumpulkan dana secara patungan atau crowdfunding di Indonesia mulai diperhitungkan oleh banyak investor. Ini karena, berdampak positif terhadap kondisi finansial, dimana dengan modal kecil saja, Anda sudah dapat memiliki sebuah properti.

Selain itu, berdasarkan bukti banyak platform investasi crowdfunding di luar negeri yang berhasil dan sukses, menunjukkan hasil positif dalam pendanaan di bidang ekonomi kreatif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Sehingga kondisi finansial masyarakat semakin meningkat.

Seperti yang telah diketahui, bahwa investasi di dunia properti memiliki prospek keuntungan yang cukup menjanjikan dan banyak dilirik para investor. Bagaimana tidak, harga tanah maupun bangunan akan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Sistem investasi melalui patungan di Indonesia ini menjadi solusi tepat bagi Anda yang ingin terjun ke dunia bisnis properti namun terkendala dengan modal kecil. Model ini juga menjadi rekomendasi bagi investor yang menghindari usaha riba.

Meskipun begitu, perlu diketahui jika ingin menikmati hasil atau keuntungan dari investasi crowdfunding memerlukan waktu yang cukup lama, karena sistem ini bersifat tidak likuid. Dimana Anda sebagai investor tidak dapat setiap saat mencairkan dana atau menarik modal begitu saja.

Bagaimana Cara Investasi Properti Patungan Bisa Dilakukan?

Setelah mengetahui mengenai penjelasan apa itu investasi properti secara patungan. Apakah Anda mulai tertarik untuk terjun ke dunia bisnis tersebut? Mungkin banyak di antara calon investor yang belum mengetahui bagaiamana cara melakukan crowdfunding.

Untuk itu, di bawah ini akan dijelaskan mengenai bagaimana cara yang bisa Anda lakukan untuk berinvestasi secara patungan. Secara sederhana terdapat dua sistem crowdfunding yaitu model konvensional dan menggunakan platform.

1. Investasi Properti Patungan Secara Konvensional

Cara pertama yaitu model konvensional yang sudah lama digunakan dalam program investasi. Dimana para investor bekerja sama untuk bergotong royong mengumpulkan dana untuk membeli sebuah properti. Umumnya kelompok tersebut terdiri dari orang-orang terdekat saja, antara 6 sampai 8 anggota.

Setelah membentuk kelompok, selanjutnya para investor menentukan jenis properti apa yang akan dibeli dan berapa jumlah budget nya. Nantinya, nominal total akan dibagi sesuai dengan kesepakatan. Dengan cara konvensional ini umumnya modal yang ditanam berkisar dari 50 juta rupiah ke atas.

Kesepekatan tersebut nantinya akan dibuat dalam akta perjanjian serta ditanda tangani oleh semua anggota dan disaksikan ahli hukum atau notaris. Dimana di dalamnya terdapat berbagai ketentuan termasuk juga berkaitan dengan sistem pembagian hasil keuntungan.

Jenis properti yang dipilih bisa berupa lahan tanah persawahan atau bangunan kemudian akan disewakan. Umumnya, sistem pembagian hasil keuntungan tersebut berdasarkan presentase yang disesuaikan dengan nominal modal awal investor.

Jika properti yang dipilih berupa bangunan untuk usaha seperti villa, indekos, hotel atau perkantoran, maka para investor yang tergabung dalam kelompok tersebut berkewajiban untuk mengurus surat perizinannya, meskipun bisa di wakilkan melalui notaris.

Namun sebelum memutuskan untuk membeli properti, kelompok investor tersebut juga perlu melakukan pengecekan legalitas dari dokumen berupa sertifikat, IMB dan PBB. Secara metode sistem konvensional ini sedikit lebih ribet.

Kelemahan dari sistem konvensional ini lebih banyak proses dan tahapannya. Selain itu, juga sifat pendanaannya terbatas. Jadi, ketika terdapat properti dimana harganya cukup tinggi tidak bisa langsung dibeli karena modal yang dibutuhkan lumayan besar. Sehingga perlu waktu untuk mengumpulkannya.

2. Investasi Properti Patungan Melalui Platform

Cara kedua yaitu modal investasi dikumpulkan melalui platform, dimana anggotanya terdiri dari banyak orang. Bahkan bisa jadi di antara mereka saling tidak mengenal. Namun, sistem ini lebih modern dengan menggunakan dukungan dari kecanggihan teknologi, sehingga semua orang bisa bergabung.

Secara sederhana cara investasi melalui sistem ini cukup mudah, Anda tinggal mengunjungi situs resmi, kemudian pilih propertinya, selanjutnya transfer sejumlah nominal yang akan di investasikan, langkah terakhir tunggu hingga semua modal terkumpul dari calon investor lainnya.

Jika modal sudah terkumpul penuh, nantinya para investor akan diundang untuk menghadiri rapat umum pemegang saham (RUPS), yang diselenggarakan oleh pihak penyelenggara investasi properti tersebut. Dimana dalam acara itu akan dijelaskan secara detail mengenai sistem bagi hasilnya.

Untuk bergabung investasi dengan cara ini, calon investor dapat dengan mudah mengakses situs platform yang menyediakan layanan tersebut. Saat ini, sudah banyak website baik dari luar maupun dalam negeri yang menyediakannya, dengan modal mulai dari 1 juta rupiah saja.

Berbeda dengan sistem konvensional, melalui platform terkait calon investor dapat memilih berbagai jenis properti dan paket yang di tawarkan oleh pihak penyelenggara investasi secara mudah. Kemudian Anda tinggal mentransferkan sejumlah dana sesuai ketentuan.

Nantinya, uang yang di transferkan akan ditahan oleh pihak pengelola sampai terkumpul dari semua investor. Modal tersebut nantinya akan dikelola untuk sebuah proyek properti, sedangkan Anda juga mendapat pembagian keuntungan (umumnya berkisar antara 12 bulan/1 tahun).

Melalui cara ini, semua legalitas sudah diurus oleh pihak pengelola platform yang menyelenggarakan program investasi tersebut. Sebaiknya Anda memilih perusahaan bonafid dan kredibel di bidang properti serta sudah terdaftar di pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Kelebihan berinvestasi properti menggunakan platform ini yakni, sistem di dalamnya mempermudah calon investor. Selain itu, modal yang ditanamkan juga tidak terlalu besar, namun menawarkan keuntungan yang cukup menarik.

Tips Melakukan Investasi Properti Secara Patungan

Tips Melakukan Investasi Properti Secara Patungan

Apakah Anda berminat untuk berinvestasi properti patungan? Sebelum menyuntikkan sejumlah modal penting bagi calon investor mempelajari seluk-beluk bisnis ini. Berdasarkan hal tersebut, Kami telah merangkum beberapa tips, di antaranya sebagai berikut:

1. Mempelajari Skema dan Sistem Investasi

Calon investor perlu untuk mempelajari skema dan sistem investasi properti patungan yang ditawarkan oleh perusahaan atau platform dari pihak penyelenggara. Anda mempunyai hak untuk memperoleh detail informasinya. Baik itu jangka pendek ataupun untuk masa depan.

Jadi, Anda berhak menanyakan kepada pihak penyelenggara mengenai bagaimana proses dan alur investasi yang akan dilakukan tanpa perlu merasa sungkan. Dengan melakukan langkah tersebut, investor tahu secara detail untuk apa suntikan dana digunakan.

Penting bagi Anda untuk mengetahui informasi dan memahami konsep atau skema investasi properti secara patungan tersebut dilakukan. Seperti kapan waktu pengembalian dana pokok serta bagaimana model pembagian keuntungan.

2. Mengenali Profil Pihak Penyelenggara Investasi

Sebelum memutuskan untuk bekerja sama dengan pengembang atau perusahaan penyedia jasa layanan investasi sebaiknya Anda perlu menyelidiki serta mengumpulkan data mengenai profilnya yang bisa di dapat melalui website resmi dan pengalaman investor lain.

Sekarang, sudah banyak perusahaan atau pengembang penyelenggara investasi properti patungan bertebaran. Untuk itu, Anda perlu selektif dalam memilih yang benar-benar bonafit juga kredibel. Jangan mudah percaya dan tergiur penawaran yang diberikan.

Anda juga perlu mengecek ulang, bagaimana track record pihak penyedia platform investasi properti patungan tersebut dan pastikan semua informasinya valid. Selain itu, ada baiknya jika memilih agen atau perusahaan yang telah berpengalaman di bidang properti minimal 5 tahun.

3. Mengecek Kelengkapan dan Legalitas Dokumen Properti

Sebelum memutuskan untuk menggelontorkan dana investasi, penting bagi Anda sebagai calon investor untuk mengecek kelengkapan data berkaitan dengan legalitas dokumen dari properti tersebut. Seperti sertifikat, bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi Bangunan) dan IMB.

Anda juga perlu memastikan bahwa nama yang tertera pada sertifikat properti sesuai dengan penjual. Apabila berbeda mungkin bisa dipertimbangkan kembali, karena nantinya terdapat biaya tambahan untuk balik nama. Periksa juga apakah terdapat tunggakan pembayaran PBB di beberapa bulan terakhir.

Selain itu, juga perlu teliti dalam mengecekan legalitas dokumen. Hal ini penting untuk dilakukan, karena surat-surat resmi menjadi penentu status dari properti terkait. Jangan sampai tertipu saat berinvestasi dengan membeli barang dalam kasus sengketa, karena dapat berisiko mengalami kerugian.

4. Tanamkan Modal dalam Jumlah Kecil

Tanamkan Modal dalam Jumlah Kecil

Ketika akan melakukan investasi atau membeli properti secara patungan dengan beberapa pihak, tanamkan modal dalam jumlah kecil dahulu. Langkah ini untuk memantau seberapa pesat perkembangan dan prospek kedepannya.

Ada baiknya jika Anda mempergunakan dana yang bersifat nganggur untuk berinvestasi, karena kembali lagi investor perlu mengingat dan mempertimbangkan sistem, bahwa baik modal maupun keuntungan tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu.

Pertimbangan lainnya yaitu, sebagai bentuk antisipasi agar calon investor tidak mengalami kerugian besar apabila hasil dan keuntungan investasi tersebut belum sesuai ekspektasi yang ditentukan di awal perjanjian. Sehingga, kedua belah pihak saling mendapat keuntungan.

5. Tentukan Tujuan Investasi

Menentukan tujuan yang ingin dicapai ketika akan terjun berinvetasi di dunia properti ini penting dilakukan oleh calon investor sejak awal. Karena, hal ini akan berpengaruh tentang bagaimana cara atau proses dalam mengambil langkah kedepannya.

Terlebih jika Anda adalah calon investor pemula, perlu menggambarkan tujuan secara jelas serta terperinci. Tentukan kapan waktu untuk mencapainya, dengan begitu terdapat tenggat waktu dan target pencapaiannya yang tepat dalam mengambil langkah.

Sebagai contoh, ketika memutuskan akan menggunakan keuntungan dari investasi untuk menikah dalam kurun waktu 3 tahun mendatang, lalu Anda membeli properti berupa rumah di pedesaan. Upaya tersebut jelas kurang tepat, karena kemungkinan laku terjual kembali cukup lama.

6. Pertimbangkan Kemungkinan Risiko yang Terjadi

Setiap usaha bisnis tentunya memiliki risiko mengalami kerugian, termasuk juga dengan investasi. Dimana jika investor tidak cermat dan teliti dalam membaca peluang serta kondisi di pasar.

Sebagai calon investor harus cerdas dan teliti, harus menyusun strategi serta memahami risiko yang bisa saja terjadi di kemudian hari. Selain itu, juga bisa memutuskan waktu yang tepat untuk berinvestasi properti secara patungan baik dengan model konvensional atau melalui platform tertentu.

Dengan memahami risiko dan ketika dihadapkan dengan kondisi menyulitkan, Anda bisa dengan mudah menyusun strategi dan mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasinya. Dengan begitu, beberapa kerugian dapat diminimalisir dengan sempurna.

7. Pilih Tipe Properti yang Menguntungkan

Terdapat beberapa tipe properti yang bisa dijadikan alternatif pilihan dalam berinvestasi, di antaranya seperti tanah kosong, lahan persawahan, perkebunan, rumah tinggal, ruko, kios, apartemen, ruang perkantoran, indekos atau villa.

Tipe properti yang dipilih harus berhubungan dengan finansial masing-masing. Untuk itu, lebih baik sedari awal Anda sudah menentukan perkiraan estimasi anggaran biaya yang akan diinvestasikan. Sehingga sesuai dengan kondisi keuangan.

Anda juga harus cermat dalam membaca peluang jenis mana yang banyak diminati di pasar, dengan begitu peluang untuk memperoleh keuntungan semakin besar. Sejauh ini terdapat 4 tipe yang menguntungkan, di antaranya properti kantor, ritel, manufaktur dan hunian keluarga.

8. Lakukan Survey Harga Pasar

Membuat keputusan untuk berinvestasi secara patungan sebaiknya jangan terburu-buru, karena banyak hal yang perlu di tinjau terlebih dahulu sebelumnya. Salah satunya yaitu cek harga dari properti tersebut.

Sebagai calon investor, penting bagi Anda untuk mengetahui harga terbaik dari properti yang akan dibeli. Hal ini dapat dilakukan dengan survey melalui internet atau bahkan bisa melalui riset secara langsung di pasar bursa.

Selain mempertimbangkan harga pasar, Anda juga harus memperhatikan aspek kondisi serta kualitas dari properti tersebut, seperti usia bangunan, struktur lantai, atap, dinding, saluran udara, air, listrik. Pada prinsipnya semakin bagus dan lengkap fasilitasnya tentu nilainya lebih mahal.

9. Investasi Sesuai dengan Kemampuan Dana yang Dimiliki

Jika Anda masih pemula, penting untuk mempertimbangkan besarnya kemampuan yang dimiliki dalam menanamkan modal karena nantinya dana tersebut akan diputar kembali untuk investasi.

Jika calon investor tidak memiliki kondisi sesuai dengan harapan, atau dana kurang untuk patungan membeli sebuah properti, dan kemudian berfikir untuk meminjam dari bank, itu bukan berarti keputusan buruk selama Anda masih memiliki gaji maupun usaha yang bisa diandalkan.

Meskipun keputusan tersebut belum tentu buruk, namun perlu diingat bahwa pinjaman itu sifatnya dana tambahan saja untuk berinvestasi. Jangan paksakan kemampuan Anda, ada baiknya berinvestasilah sesuai dengan modal yang dimiliki

Itulah sekelumit informasi dan gambaran mengenai investasi properti patungan yang perlu Anda ketahui. Berbisnis di bidang ini memang menjanjikan keuntungan besar, namun bila tidak bermain menggunakan strategi benar akan berakhir dengan kerugian.

Galeri untuk Investasi Properti Patungan; Apa dan Bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *