Investasi Properti Syariah, Sarana Halal demi Meraup Keuntungan

Investasi Properti Syariah

Dibentuknya bisnis investasi properti syariah seolah menjadi angin segar bagi mayoritas masyarakat muslim di dunia. Pasalnya, dengan sistem tersebut maka keuntungan yang akan didapatkan sudah terjamin kehalalannya, karena dilakukan dan diperoleh berdasarkan syariat agama Islam.

Pengertian Investasi Properti Syariah

Investasi properti dengan sistem syariah merupakan sebuah sistem bisnis pengembangan dana yang dijalankan oleh perusahaan rekanan pemilik bursa barang-barang. Seperti perumahan, furniture, tanah dan lain sebagainya, dimana hal tersebut dilakukan melalui landasan syariat hukum Islam.

Dalam pelaksanaan investasi properti dengan sistem syariah ini, tidak ada praktek kecurangan mapun riba seperti layaknya cara konvensional. Sehingga harta yang akan didapatkan nantinya pasti terjamin halal serta berkah.

Mengacu pada ketentuan itu, maka dalam pelaksanaan investasi syariah terdapat prinsip-prinsip tertentu yang menjadi acuan dalam menjalankan bisnisnya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Bersistem Halal

Halal yang dimaksud dalam konteks investasi properti syariah ini bermakna, bahwasanya dalam proses pengembangan dana tidak boleh ada sedikit pun unsur-unsur haram dalam bentuk apa pun. Misalnya uang, alkohol, riba, penipuan, kecurangan dan lain-lain.

Di sini, investor benar-benar disumpah dan dilarang agar tidak menginvestasikan uang mereka yang didapatkan secara tidak halal. Selanjutnya, penginvestasian instrumen tidak boleh mengandung judi, riba, suap, serta gratifikasi.

2. Memberi Banyak Manfaat

Investasi yang ditawarkan oleh pihak perusahaan rekanan syariah sudah pasti memiliki manfaat dan menguntungkan kedua belah pihak. Kemanfaatan itu ditujukan untuk memperbaiki kualitas kehidupan demi kemaslahatan umat.

Dalam menjalankan investasi properti syariah, keuntungan atau manfaat yang akan didapatkan dibagi dengan prosentase secara merata. Baik itu, antara perusahaan rekanan penyelenggara dan investor secara pibadi.

3. Bebas Riba

Bebas Riba

Saat melakukan investasi dengan sistem syariah, investor dijamin akan merasa aman dengan semua sistem yang telah diterapkan. Di samping itu, mereka akan mendapatkan pelayanan secara transparan dan bebas kecurangan.

Dengan cara ini, harta hasil keuntungan investasi pasti lebih bersih dari persoalan bunga dan riba, karena menggunakan hukum syariat Islam berbasis Al-Qur’an dan Hadits dalam sistem pelaksanaan maupun pengelolaan keuntungannya.

4. Adil dalam Pembagian Laba

Ketika proses investasi syariah telah menghasilkan keuntungan, pihak perusahaan rekanan akan mengabarkan hal tersebut kepada Anda selaku investor, untuk segera melakukan pengecekan dan menandatangani bukti serah terima.

Dalam pembagian keuntungan dari bisnis investsi properti syariah, sistem keadilan merupakan hal yang diutamakan. Tidak ada pihak yang diuntungkan maupun dirugikan di sini. Semua mendapatkan hasil sama rata dan ikhlas.

Perbedaan Investasi Properti Syariah dengan Jenis Konvensional

Perbedaan Investasi Properti Syariah dengan Jenis Konvensional

Dewasa ini, masih banyak kalangan yang belum bisa membedakan antara investasi properti dengan sistem syariah dan cara konvensional. Oleh sebab fenomena itu, maka akan dijelaskan secara lebih mendalam tentang perbedaan keduanya. Berikut di antaranya:

1. Tujuan Investasi

Setiap calon investor harus mengetahui bahwa investasi properti syariah yang akan dijalani tidaklah hanya memikirkan pengembalian atau keuntungan saja. Akan tetapi, aspek kebajikan sosialnya sangat dikedepankan, dimana hal itu dapat menumbuhkan rasa tanggunggjawab dalam berbisnis.

Pihak penyelenggara investasi syariah mempunyai tujuan untuk mengembangkan aktivitas ekonomi masyarakat, sembari memasukkan unsur-unsur peribadatan dengan perantara sedekah di dalamnya supaya harta yang didapat lebih berkah.

Tujuan itu sudah jelas berbeda dengan investasi properti konvensional yang tidak melibatkan unsur sistem syariah. Dalam bisnis ini, hanya memiliki misi untuk mendapatkan keuntungan setinggi mungkin agar taraf ekonomi bisa berkembang.

2. Akad Persetujuan Investasi

Dalam investasi syariah khususnya pada bidang properti, perjanjian antara perusahaan dan investor dana dinamakan dengan akad. Hal pengakadan antara kedua belah pihak itu tentunya sangat memperhatikan aspek halal serta haram di dalamnya.

Akad syariah dalam proses investasi properti ini meliputi kerjasama yang akan dilakukan (musyarakah), perjanjian sewa-menyewa barang (ijarah) dan pastinya mengenai sistem bagi hasil atau keuntungan (mudharabah).

Sementara itu, dalam pelaksanaan investasi secara konvensional, aspek halal-haram dalam segala perjanjianya tidak begitu diperhatikan secara mendetail layaknya pada jenis syariah. Di sini kesepakatan yang dibuat terkesan sederhana saja.

3. Instrumen yang Akan Dijual

Pada investasi jenis konvensional, penjualan instrumenya meliputi reksa dana, obligasi, saham bursa modal, right, opsi dan warrant. Sedangkan dalam sistem syariah, semua instrument tersebut telah dirubah dengan melibatkan hukum sesuai syariat agama Islam.

Dengan adanya investasi properti syariah tersebut, setiap masyarakat yang menginginkan kehalalan harta hasil berinvestasi sangat disarankan untuk bergabung di dalamnya. Ini karena, sudah pasti Ia akan mendapatkan keberkahan yang berlipat ganda.

Dalam bisnis investasi properti syariah, para investor tidak perlu susah mencari lembaga yang aman. Ini karena, semua telah dipastikan mengedepankan kehalalan dan juga kemaslahatan rekan bisnisnya dengan cukup baik.

4. Emiten Tentang Penjual Saham

Menurut invenstasi jenis konvensional, emiten dengan kategori apapun diizinkan untuk melakukan investasi saham di bursa efek pasar modal, tanpa sedikit saja memperhatikan status kehalalan dan keharamannya.

Di sana, semua transaksi yang dilakukan akan melibatkan sistem bunga serta beberapa potongan wajib sesuai transaksi.

Sebaliknya, dalam investasi properti syariah, semua emiten yang menjual saham harus memenuhi hukum syariat dengan benar. Di samping itu, transaksi dan instrumen yang digunakan pastilah bebas bunga. Namun, ada beberapa administrasi yang harus dibayarkan.

Adapun prinsip yang digunakan dalam pasar investasi syariah adalah meliputi:

  • Mudharabah.
  • Musyarakah.
  • Salam.
  • Bebas dari manipulasi dan transaksi meragukan.

5. Prosedur dan Mekanisme Transaksi

Investasi konvensional tidak menentukan batasan apapun dalam setiap transaksi yang dilakukan. Perputaran uangnya juga dibiarkan mengalir begitu saja secara bebas tanpa pengawasan berarti, sehingga di sana terdapat praktik dengan melibatkan bunga atau riba lebih besar.

Cukup sekali praktik yang bersifat ganjil dalam transaksi investasi konvensional seperti:

  • Transaksi yang tidak jelas atau tujuan dari penggunaan uang bersifat tidak transparan.
  • Sifatnya spekulatif.
  • Perputaran uang lebih sering dimnipulasi.
  • Saham dapat digunakan dalam bidang apapun walaupun itu haram asal dapat menghasilkan keuntungan.

Sementara itu, sistem transaksi di investasi syariah mempunyai pengaturan yang cukup ketat misalnya:

  • Dana yang ditanamkan oleh investor tidak akan digunakan sama sekali untuk menjalankan bisnis yang bertentangan atau keluar dari ajaran syariat agama Islam, misalnya minuman keras, makanan haram dan perjudian.
  • Bebas dari transaksi riba.
  • Bebas dari ghoror atau kebohongan.
  • Tidak ada manipulasi dana.
  • Tidak ada perjudian.

Investasi properti syariah dalam pengolahanya memiliki tahapan-tahapan tertentu dan produk bisnisnya harus didaftarkan pada instansi terkait. Seperti pada Daftar Efek Syariah dan Otoritas Jasa Keuangan sesuai ketentuan hukum Islam.

6. Indeks Saham dalam Investasi

Pada investasi syariah, indeks saham dikeluarkan langsung oleh badan bentukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang pastinya telah memperoleh sertifikat halal dan memenuhi kriteria hukum sesuai ketentuan agama Islam.

Kehalalan tersebut sangat dijaga, sehingga dalam pelaksanaanya harus benar-benar melibatkan orang yang mengerti syariat Islam serta melalui sumpah. Agar nantinya mereka juga bisa menjalankan bisnis dengan amanah dan tanpa penipuan sedikit pun.

Tidak sejalan dengan hal tersebut, indeks saham dalam jenis investasi konvensional terkesan bercampur-campur. Pengertian itu bermakna bahwa di sana tidak ada pemisahan antara barang haram dan halal. Namun, tetap memiliki catatan yang jelas.

7. Pengawasan Investasi

Investasi properti syariah telah memiliki tim pengawas secara mandiri, yaitu berasal dari Dewan Pengawas Syariah. Pihak tersebut mempunyai segala tanggungjawab dalam memastikan segala pemrosesan serta pengolahan dana sesuai prinsip-prinsipnya.

Kebalikanya, investasi dengan cara konvesional hanya berada pada naungan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. Cara pengawasanya tidak memperhatikan unsur halal haram dan hanya disesuaikan pada kondisi pasar saham saja.

Semua regulasi dan investasi yang dilakukan dengan sistem konvensional memiliki tugas, untuk menyerahkan segala proses pengelolanya pada pihak Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator yang menyiapkan segala macam keperluanya.

8. Obligasi

Obligasi pada investasi konvensional secara umum tetap menggunakan sistem bunga, dengan anggapan bahawa pemegang pelaksana bisnis sebagai seorang kreditur yang mempunyai hutang. Ini nantinya harus memberikan bayaran pokok beserta ketentuan bunganya.

Sementara itu, pada sistem investasi syariah semua pelaksanaan dan obligasinya telah diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia secara jelas dengan nomor DSN – MUI No.7/DSN-MUI/IV/2000 mengenai sistem pembiayaan mudharabah.

Fatwa itu berisi tentang penjelasan bahwasanya, pihak yang memegang kuasa obligasi bukanlah sorang kreditur, melainkan individu pemodal atau disebut sebagai “shohibul mal”. Selanjutnya, emitenya mempunyai sebutan “mudharib”.

Tips Melakukan Investasi Properti Syariah

Tips Melakukan Investasi Properti Syariah

Berikut ini akan diberikan beberapa tips yang akan memudahkan Anda dalam melakukan investasi properti syariah. Juga, kiat-kiat tersebut bertujuan supaya bisnis berjalan lancar dan tidak terjadi praktik penipuan.

1. Mintalah Pengertian Tentang Alur investasi dan Jenis Produknya

Sebelum bergabung pada investasi syariah, Anda harus paham terlebih dahulu tentang produk-produk properti apa saja yang akan ditawarkan. Terlebih dalam menjalankan investasi, supaya nantinya ada pikiran yang sinkron ketika melakukan diskusi dengan pihak perusahaan rekanan.

Bagaimana alur investasi tersebut berjalan, juga harus Anda tanyakan dan pahami dengan detail. Jangan sampai ada satupun proses yang terlewat, karena itu bisa menjadi celah terbentuknya kebohongan maupun kerugian dana. Padahal jelas-jelas hukumnya haram menurut syariah Islam.

2. Mencari Tahu Struktur Organisasi Perusahaan Properti

Perusahaan properti yang terpercaya dan bisa diandalkan pasti memiliki struktur organisasi kepengurusan dengan jelas. Selanjutnya mereka akan memberitahukannya secara blak-blakan pada customer atau calon investor.

Kegunaan dari mengetahui struktur kepengursan ini yaitu, jika suatu hari nanti teradapat kekeliruan atau kejadian yang sifatnya menipu, Anda bisa menelusuri secara langsung siapa pemegang kendali terkait tugas tersebut.

3. Pelajari Cara Berinvestasi Syariah Terlebih Dahulu

Mempelajari semua tata cara berinvestasi properti secara syariah sangat penting dilakukan oleh para investor. Dengan begitu, Anda telah memiliki wawasan lebih dan pada akhirnya mahir ketika menjalankanya.

Setelah mengetahui sistem dalam menjalankan investasi syariah, Anda akan memiliki kepercayaan diri penuh serta tidak mudah untuk tenggelam begitu saja oleh penawaran pihak perusahaan rekanan. Terutama saat ada iming-iming harga murah.

4. Pastikan Jika Lembaga Pengembang Investasi Mumpunyai Legalitas Syariah

Perusahaan properti penerima dana investasi Anda harus mempunyai izin resmi serta legalitas syriahnya nyata, ini untuk membuktikan keseriusan serta seberapa terpercaya pihak penerima dana tersebut dalam menjalankan sebuah bisnis.

Dalam hal ini, seorang calon investor bisa bertanya secara langsung dan meminta bukti surat legalitas pada pihak perusahaan. Jika tidak bisa dilakukan dengan cara itu, maka ceklah izin berdirinya di lembaga negara resmin atau menghindari untuk bergabung.

5. Buat Cakupan Investasi Menjadi Lebih Meluas

Tips berikutnya dalam melakukan investasi syariah adalah membuat cakupanya menjadi sangat luas. Hal itu berarti Anda dapat berinvestasi dengan siapapun dan daerah manapun bahkan sampai luar negeri dengan perusahaan terkenal berskala internasional.

Melebarkan kesempatan berinvestasi seluas-luasnya juga berfungsi sebagai dakwah, dimana natinya investasi syariah dapat berkembang di seluruh penjuru negeri hingga tidak semua harta yang didapatkan bersifat halal.

6. Mintalah Surat Bukti Bermaterai untuk Setiap Transaksi

Ketika Anda melakukan setiap transaksi, baik itu untuk pengiriman dana investasi ataupun keperluan lain, maka mintalah buktinya dengan melakukan penandatangan bermaterai antara kedua belah pihak investor serta perusahaan.

Tips ini merupakan langkah antisipasi penyiapan bukti-bukti kuat, apabila ternyata di kemudian hari terdapat kebohongan atau pemalsuan data oleh pihak perusahaan. Sehingga Anda bisa melaporkan kasus tersebut pada pihak berwajib.

7. Buatlah Perjanjian Sebelum Dilaksanakan Investasi

Adanya surat perjanjian resmi tentang semua kesepakatan dalam sistem investasi harus tetap dibentuk dan disetujui pihak perusahaan maupun investor sendiri, walaupun keterpercayaan bentuk syariah lebih kuat serta terjaga. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Di dalam surat tersebut, harus ada materai dan juga tanda tangan beberapa saksi serta pihak investor dan dari perusahaan. Dengan langkah ini, diharapkan kedua belah pihak dapat memakai landasan itu ketika proses investasi berlangsung.

8. Pastikan Bahwa Pihak Perusahaan Investasi Menyediakan Asuransi

Asuransi dalam sebuah investasi properti syariah sangat penting adanya. Maka dari itu, bertanyalah dulu pada pihak perusahaan apakah mereka menyediakan layanan tersebut jika Anda memang benar serius akan memberikan dana sebagai investor.

Fungsi dari adanya asuransi itu yakni, untuk menanggulangi adanya kerugian jika terdapat bencana yang dapat meluluhlantakkan bisnis properti. Sebagai investor, Anda pasti tidak mau merugi, bukan?

9. Kontrol Proses Investasi Agar Terhindar dari Praktik Haram

Investasi syariah ini berarti dijalankan menggunakan prinsip syariat Islam. Dengan hal tersebut, maka akan memudahkan para investor untuk percaya, bahwa kehalalannya telah terjamin dan mengurangi rasa khawatir akan timbulnya harta yang haram.

Anda selaku investor bisa mengontrol apa saja dengan bantuan lembaga remi bentukan Majelis ulama Indonesia, atau cukup meminta pihak perusahaan untuk menyediakan akses website dan aplikasi agar lebih efektif serta tidak membuang waktu.

10. Buatlah Transaksi Semudah Mungkin

Proses transaksi dalam investasi syariah harus dibuat lebih mudah dibandingkan menggunakan cara konvensional seperti biasanya. Aktivitas tersebut hanya cukup dilakukan dengan sistem terbaru atau melibatkan aplikasi terkini dalam praktiknya

Tentunya, Anda sebagi investor jika belum mengetahui transaksi dana secara syariah, maka harus bersedia belajar terlebih dahulu. Jangan sampai di tengan jalan proses pengiriman ada kebingungan dan menyebabkan kegagalan.

11. Mulailah Investasi Menggunakan Modal Sedikit Saja

Mulailah Investasi Menggunakan Modal Sedikit Saja

Siapa bilang investasi harus menggunakan modal puluhan juta rupiah? Anggapan tersebut tidaklah berlaku dengan menggunakan sistem syariah. Ini karena, dengan uang sedikit saja Anda sudah bisa berinvestasi pada perusahaan rekanan.

Namun, investasi syariah juga dibatasi dana minimal modal yang harus dikeluarkan, tetapi jumlahnya tidak sebanyak cara konvensional. Hal itu membuat berbagai kalangan mampu untuk menjadi investor. Dan menjadi salah satu pilihan investasi properti online yang menjanjikan.

Dengan beberapa pengetahuan terkait investasi properti syariah, akan membuka pandangan Anda agar lebih cerdas. Di samping itu, juga memiliki kesadaran tinggi dalam melakukan sebuah pengembangan dana halal berdasarkan syariat Islam.

Galeri untuk Investasi Properti Syariah, Sarana Halal demi Meraup Keuntungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *